Sukses membuat Xring 01 Apakah Xiaomi Punya Pabrik Chipset 3nm?
Xiaomi dan Chipset 3nm: Benarkah Ini Awal Kemandirian Teknologi Cina?
Xiaomi baru saja mengumumkan keberhasilan mereka dalam merancang chipset 3nm pertama yang dinamai XRing 01. Keberhasilan ini bukan datang secara tiba-tiba. Sebelumnya, Xiaomi telah merekrut lebih dari 1000 insinyur dan tenaga ahli untuk mendukung pengembangan ini. Langkah ini menunjukkan keseriusan Xiaomi dalam melepaskan diri dari ketergantungan pada teknologi semikonduktor Barat.
Sebagai perusahaan asal Cina, Xiaomi tentu tidak lepas dari bayang-bayang sanksi seperti yang dialami oleh Huawei. Dunia telah melihat bagaimana Huawei dipaksa mundur beberapa langkah karena tidak lagi bisa mengakses teknologi chipset mutakhir dan kini terjebak menggunakan chipset 7nm yang dianggap sudah mulai ketinggalan zaman. Lantas, muncul pertanyaan besar: Mengapa Xiaomi — yang juga perusahaan asal Cina — masih dibiarkan berkembang dan bahkan bisa merancang chipset 3nm, sementara Huawei tidak?
Jawabannya Terletak pada Beberapa Poin Penting:
- Beda Perlakuan antara Xiaomi dan Huawei: Hingga saat ini, Xiaomi masih dapat mengakses teknologi desain chipset dari ARM Holdings, perusahaan asal Inggris yang masih bergantung pada teknologi Amerika. Huawei, di sisi lain, telah masuk dalam daftar hitam entitas AS (Entity List), yang membatasi semua bentuk kerja sama teknologi.
- Xiaomi Hanya Merancang, Bukan Memproduksi: Penting untuk dicatat bahwa Xiaomi tidak memiliki fasilitas fabrikasi chipset sendiri. Mereka hanya merancang arsitektur XRing 01, namun tetap bergantung pada pabrik pihak ketiga untuk proses produksinya.
- Fasilitas Produksi Masih Dimonopoli oleh Negara & Perusahaan Blok Barat: Hingga saat ini, pabrik manufaktur chipset tercanggih hanya dimiliki oleh negara-negara blok Barat atau sekutunya di Asia. Berikut beberapa di antaranya:
- TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) - Taiwan
- Samsung Foundry - Korea Selatan
- Intel - Amerika Serikat
- GlobalFoundries - Amerika Serikat
- SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation) - Cina, namun teknologinya tertinggal dan dibatasi aksesnya ke mesin EUV
- ASML - Belanda, satu-satunya pembuat mesin litografi EUV
- Tokyo Electron dan Nikon - Jepang, pembuat mesin proses wafer dan litografi
Kesimpulan
Meskipun Xiaomi telah merancang chipset 3nm pertamanya, mereka masih jauh dari kata mandiri dalam industri semikonduktor global. Tanpa pabrik dan rantai pasok sendiri, mereka tetap bergantung pada teknologi dan fasilitas milik Barat dan sekutunya. Kemandirian sejati hanya dapat dicapai bila Cina berhasil membangun rantai industri semikonduktor sepenuhnya sendiri, dari desain hingga produksi.
| Aspek | Xiaomi | Huawei |
|---|---|---|
| Akses ke teknologi ARM | Masih tersedia | Terblokir |
| Status sanksi dari AS | Belum masuk daftar hitam | Masuk Entity List |
| Jenis kegiatan | Perancang chipset (fabless) | Perancang & mencoba produksi terbatas |
| Akses ke pabrik chipset canggih | Bekerja sama dengan pabrik eksternal seperti TSMC | Sulit karena sanksi |
| Kemandirian semikonduktor | Belum tercapai | Masih jauh, namun dipaksa mengejar mandiri |
Catatan tambahan berdasarkan pengalaman pengguna gadget dengan XRing 01:
Bagaimana Performa Nyata XRing 01 di Xiaomi 15S Pro?
Meskipun XRing 01 terlihat menjanjikan di atas kertas, pengalaman nyata menunjukkan bahwa chipset ini masih memiliki banyak keterbatasan. Seorang pengguna yang telah mencoba Xiaomi 15S Pro dengan chipset XRing 01 mengungkapkan beberapa catatan menarik.
Kelebihan: Kamera Luar Biasa di Kondisi Low-Light
- Kemampuan kamera malam sangat impresif. Bahkan dalam cahaya yang sangat redup, hasil foto tetap tajam dan natural.
- Proses pengolahan gambar malam hari disebut-sebut mampu mengalahkan Snapdragon Elite dalam kategori kamera low-light.
Kekurangan: Performa Gaming & Editing Masih Tertinggal
- Untuk bermain game berat, XRing 01 cepat mengalami overheat. Setelah sekitar 30 menit bermain, performa menurun drastis akibat thermal throttling.
- Dibandingkan dengan Snapdragon Elite atau bahkan Apple M1, chipset ini belum mampu bersaing dalam hal performa untuk tugas berat seperti editing video atau gaming jangka panjang.
Jadi meskipun Xiaomi berhasil membuat chipset 3nm sendiri dari sisi desain, XRing 01 masih belum bisa dikatakan siap menggantikan dominasi chipset kelas atas lainnya dalam kategori performa tinggi.
Namun, ini tetap menjadi tonggak penting. Xiaomi kini tidak hanya menjadi produsen perangkat keras, tapi juga mulai memasuki dunia desain chipset dengan ambisi yang besar. Tinggal bagaimana mereka mengatasi tantangan performa dan produksi massal ke depannya.
Dengan demikian, Xiaomi baru memulai langkah awal menuju kemandirian teknologi. Tapi jalan masih panjang, dan Cina harus berinovasi serta membangun pabrik setingkat TSMC jika ingin benar-benar lepas dari dominasi semikonduktor Barat.


Kalau saya lebih suka dengan kampuannya kamera
ReplyDeleteNegara barat pastinya juga cemas jika Xiaomi bisa unggul
Benar banget tu👍
DeleteChina memang luar biasa.....
ReplyDeletebersaing melalui temuan temuan baru....