Paradox Sosial Indonesia: Budaya korupsi berakar dari masyakarat?
Budaya Korupsi di Masyarakat sebuah Paradox Sosial Saya cukup terkesima dengan pernyataan Pak Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta yang juga kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, pernah menyampaikan pandangan yang cukup tajam: budaya korupsi, kolusi, dan nepotisme tidak hanya terjadi di kalangan pejabat, tetapi juga berakar kuat di tengah masyarakat. Ia mencontohkan hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika seseorang diberi satu lapak di pasar, ia justru mengambil dua, meskipun yang satu bukan haknya. Atau ketika tempat sampah sudah disediakan, masyarakat tetap saja membuang sampah sembarangan. Bahkan ada yang memarkir kendaraan sembarangan hingga menutup akses rumah tetangganya, seolah-olah kenyamanan orang lain tidak penting. Semua ini menggambarkan bagaimana sebagian masyarakat terbiasa mengambil celah demi keuntungan pribadi, meski harus merugikan orang lain. Fenomena tersebut adalah bentuk penindasan y...