Kesadaran tidak terletak pada otak
Secara logika darimana sebenarnya kesadaran itu berasal? Dari otak? Tampaknya tidak. Tampaknya kesadaran sejalan dengan prinsip fisika quantum terbentuk dari medan gaya yang bersumber dari sebuah kesatuan sumber daya.
Jadi meski kita memiliki kecerdasan atau intelijensia, yang dapat di telusuri dari jumlah volume, ukuran plus kapasitan biologis kita, kesadaran adalah sebuah realita yang abstrak yang tidak bersumber dari diri kita sebagai penggeraknya. Benar, mesin biologis tubuh kita sebagai piranti penerima sinyalnya, benar karena instrumen tubuh manusialah yang paling cocok menerima gelombang kesadaran, bukan hewan karena keterbatasan desain tubuh biologis mereka. Tidak! itu hanya asumsi saja. Tapi baiklah!
Saya cukup terkesan ide bahwa kesadaran bukan berasal dari dalam diri kita sendiri, bahwa tubuh biologis kita hanya di buat untuk merefleksikanya secara lokal dan individu, dimana bentuk kesadaran dapat memiliki keterbatasan pada masing masing individu, secara logis dan persamaan matimatis ini masih dapat di terima.
Dan fisika kuantum juga telah menemukan dan sekaligus mendefinisikan medan gaya dimana setiap objek memiliki keadaan super position. Misal Jika Ada dua benda di Planet mars A dan di Planet bumi kita B keduanya identik dengan benda yang sama sekali tidak memiliki jarak, jarak hanyalah interpretesi ruang waktu kita sebagai manusia. A adalah B perbedaannya hanyalah definisi misalnya mana yang atas dan mana yang bawah. A atau B?
Satu gerakan di bumi dapat menggerakan objek lain dalam jarak ratusan tahun cahaya, apakah karena ia lebih cepat dari cahaya? Jangan salah! Itu tidak ada hubungannya dengan kecepatan! Aneh bukan?
Di dunia pada saat ini, hanya ada 5 negara yang memiliki kans mengembangkan teknologi kuantum ini: Yakni Cina, Amerika, kanada, Jepang dan Uni Eropa. Berhubung membutuhkan sumber daya yang sangat besar, mulai dari kapasitas teknologi, pendanaan, hingga SDM yang siap dengan tenaga ahli.
Kembali kepada pembahasan kesadaran, yang dianggap bersumber dari satu kekuatan tidak terlihat, anehnya memiliki kesamaan arah dengan pemahaman spritualis para sufi: Misalnya para sufi berkata: Kita hanyalah cermin yang memantulkan cahaya. Artinya kita bukanlah sumber cahaya itu.
Lebih jauh ide bahwa kita adalah individu secara lokal bukanlah realitas yang sesungguhnya. Sesungguhnya kita adalah sebuah kesatuan, ketergantungan, dimana sebagai manusia sendiri kita menanggung beban karena memiliki kesadaran namun terkungkung di dalam ketidak bebasan fisik. Kita tidak bisa terbang, kita tidak bisa mencari tahu apa itu sebenarnya di balik rahasia rahasia besar kehidupan ini, kita hanya menunggu dan berevolusi menjadi makhluk dalam waktu ribuan tahun lagi.

Jadi kesadaran itu bukan ada pada diri kita sendiri melainkan hanya pantulan, begitu kah?
ReplyDeleteBenar dan tidaknya, dengan rendah hati saya mengatakan: Tidak ada kebenaran yang absolut he he he
Delete